Memuat berita terbaru...  

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.
Media Rubrik Jurnal Nusantara - Inspiratif - Inovatif - Kompetitif- Marhaban Ya Ramadhan 1447 H/ 2026 M."
Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    

Dituding Potong Anggaran Operasional TPS, Junaedi Sain: Bukan Dipotong Tapi Buat Jaminan LPJ KPPS

Bekasi – Terkait atas pemberitaan mediarjn.com “Perihal Adanya Dugaan Pemotongan Dana Operasional TPS, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Angkat Bicara” (17/2/2024), KPU Kabupaten Bekasi langsung merespon dan mendengarkannya dengan langsung turun ke PPS Sumberjaya, Minggu ( 18/2/2024) siang.

“Masih kita tindaklanjuti Pak. Jadi masih belum selesai. Masih kita tindak lanjuti. Nanti masih dari bawah, PPS, apa katanya menyebarkan informasi lagi ke KPPS terkait pemberitaan pemotongan itu,” ujar Bimo Bidang SDM KPU Kabupaten Bekasi dalam keterangannya.

“Tadi ini bukan kesepakatan, tapi apa namanya, miskomunikasinya dimana. Hasilnya belum sampai disini. Tapi yang pasti, nanti masalah LPJ itu nanti harus selesai tanggal 21,” ucapnya.

Jadi, lanjut Bimo, intinya klarifikasi terkait pemberitaan yang kemarin itu. 

“Benar nggak sih ada pemotongan? Ternyata kan gak benar. Bukan. Gak ada pemotongan,” jelasnya.

“Tapi pertemuan hari ini masih ada tindak lanjutnya. Nanti apa nunggu PPS bikin berita acara pertemuan ini dengan dasar, dibawah clearnya seperti apa, untuk mengclearkan salah paham tadi,” tambahnya.

“Oh tidak. Itu kesepakatan Pak namanya. Tidak ada kesepakatan,” kata Bimo saat mengungkapkan atas pernyataan dari Kukuh sebagai salah satu Ketua KPPS yang menyatakan bahwa uang 500 ribunya akan dikembalikan oleh pihak PPS ke masing-masing TPS jika LPJ-nya sudah selesai dibuat.

“Saya kurang paham itu pihak PPS melakukan penawaran atau tidak. Yang penting saya minta laporan pertanggungjawaban keuangan ini benar. Kan begitu,” tukasnya.

“Terkait sikap KPU sendiri, ya kita kan bagaimana yang di bawah Pak. Yang penting masalah sudah selesai. Seperti itu pak,” tuntas Bimo.

Sementara Kukuh yang juga hadir dalam pertemuan menyampaikan bahwa apakah TPS masing-masing mau membuat LPJ sendiri atau memang mau dibuatkan sama pihak PPS.

“Kalau memang kita bisa dibuatkan sama pihak PPS, LPJ-nya, nanti kita pihak TPS tidak menerima uang 500 ribunya. Tapi kalau kita buat sendiri LPJ-nya per masing-masing TPS, akan diserahkan kembali yang 500 ribunya,” ungkap Kukuh.

Pada kesempatan yang sama, Sain Junaidi Sekretariat PPS dengan tegas menyampaikan bahwa tidak ada pemotongan.

“Jadi nanti LPJ-nya selesai diserahkan ke PPS, nanti dikembalikan uangnya. Itu sudah terklarifikasi. Sudah jelas,” singkat Sain Junaidi.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *