Memuat berita terbaru...  

Slider Banner HUT RI 80  
   
(000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan  (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi    
Proyek ducting pertama di Taman Cut Mutia Bekasi untuk penataan kabel bawah tanah

Tri Adhianto dorong koordinasi lintas pihak agar penataan utilitas kota terintegrasi dan berkelanjutan

Kota Bekasi, Mediarjn.com Pemerintah Kota Bekasi resmi meluncurkan proyek ducting pertama sebagai jalur terpadu jaringan kabel di kawasan Taman Cut Mutia. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa program ini harus menjadi langkah awal penataan utilitas kota yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Langkah Awal Penataan Utilitas Kota 

Peluncuran ducting yang digagas bersama pihak mitra ini menjadi bagian dari upaya modernisasi infrastruktur perkotaan. Sistem ducting dirancang untuk menata jaringan kabel bawah tanah agar lebih rapi, aman, dan tidak mengganggu estetika kota.

Tri Adhianto menekankan bahwa proyek ini tidak boleh berhenti pada satu titik, melainkan harus diperluas ke seluruh wilayah Kota Bekasi secara bertahap.

“Ini harus menjadi awal yang kuat, bukan sekadar proyek sesaat,” ujarnya.

Koordinasi Jadi Kunci Keberhasilan

Wali Kota menyoroti pentingnya koordinasi antar pemangku kepentingan dalam pelaksanaan proyek utilitas. Ia menegaskan bahwa setiap pekerjaan galian harus dilakukan secara terintegrasi dan memiliki izin resmi.

Menurutnya, penataan kabel dan utilitas tidak boleh dilakukan secara parsial karena berpotensi menimbulkan ketidakteraturan serta kerusakan infrastruktur.

Temuan Galian Tanpa Izin 

Dalam evaluasi lapangan, Tri Adhianto mengungkapkan masih adanya pekerjaan galian tanpa izin yang dilaporkan masyarakat melalui media sosial, khususnya di wilayah Pondok Gede dan Jatiasih.

Ia menegaskan bahwa praktik tersebut harus dihentikan dan seluruh kegiatan infrastruktur wajib melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Tidak boleh ada pekerjaan sembarangan tanpa izin resmi,” tegasnya.

Peran Masyarakat dalam Pengawasan

Selain pemerintah, keterlibatan masyarakat dinilai penting dalam mengawal proyek infrastruktur.

Melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), serta peran aktif LPM dan RT/RW, masyarakat diharapkan dapat berkontribusi dalam pengawasan agar pembangunan sesuai kebutuhan dan tidak merugikan lingkungan.

Integrasi Infrastruktur dan Kolaborasi

Tri juga meminta seluruh stakeholder, termasuk PDAM dan pihak swasta seperti PT Infrastruktur Cerdas Nusantara, untuk terlibat aktif dalam integrasi sistem utilitas.

Setiap pekerjaan, termasuk galian pipa dan penataan jalan, harus terkoneksi dengan sistem ducting serta berkoordinasi dengan dinas terkait agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.

Harapan Penataan Kota yang Lebih Modern 

Dengan sistem yang terintegrasi, Pemerintah Kota Bekasi menargetkan pekerjaan infrastruktur dapat berjalan lebih efisien, tertib, dan merata.

Langkah ini diharapkan mampu menjawab keluhan masyarakat terkait galian jalan yang semrawut sekaligus menciptakan tata kota yang lebih modern, aman, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Ke depan, pekerjaan harus rapi, terkoordinasi, dan memberi manfaat nyata,” tutup Tri.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *