Bakti Sosial Kejati Jabar menyerahkan bantuan kepada korban banjir dan longsor di Cisarua Bandung Barat
Bandung Barat, – Mediarjn.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (28/1/2026). Kegiatan “Bakti Sosial Kejati Jabar” ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kejati Jawa Barat, Dr. Taufan Zakaria, S.H., M.H., didampingi Wakil Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Jawa Barat beserta jajaran.
Bantuan Disesuaikan dengan Kebutuhan Lapangan

Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, Kejati Jabar menyalurkan berbagai kebutuhan pokok yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak. Bantuan yang diberikan meliputi beras 5 kilogram sebanyak 300 paket, telur 100 karton, mi instan 300 dus, serta paket makanan dan selimut sebanyak 100 kantong. Seluruh bantuan diserahkan langsung kepada warga terdampak melalui titik-titik distribusi yang telah ditentukan.
Wujud Kehadiran Negara di Tengah Masyarakat

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kehadiran institusi Kejaksaan di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kejati Jabar tidak hanya hadir sebagai lembaga penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari elemen negara yang memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusiaan untuk turut merasakan serta meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
Dorong Pemulihan dan Bangkitkan Semangat Korban

Melalui kegiatan bakti sosial tersebut, jajaran Kejaksaan dan IAD berharap dapat memberikan dukungan moril dan semangat kepada masyarakat agar segera bangkit dan pulih dari dampak bencana alam. Kehadiran langsung aparat di lokasi bencana diharapkan mampu memperkuat rasa empati dan kebersamaan antara negara dan warga.
Komitmen Kepedulian Sosial Kejaksaan
Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan nilai-nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan, serta memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk dalam penanganan dan pemulihan pascabencana alam.
(Red)

