Memuat berita terbaru...  

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.
Media Rubrik Jurnal Nusantara - Inspiratif - Inovatif - Kompetitif- Marhaban Ya Ramadhan 1447 H/ 2026 M."
Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    

Ratusan Massa Desak DPRD Sumut Dukung Penetapan Banjir Sumatera sebagai Bencana Nasional

MEDAN, Mediarjn.com  Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumut Bersatu Peduli Bencana Sumatera menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Medan, Jumat (12/12/2025). Aksi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan sekaligus desakan atas penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Aksi solidaritas tersebut dikoordinatori oleh Lamsiang Sitompul, SH, MH, dengan Johan Merdeka sebagai koordinator lapangan dan Bang Bhoy sebagai juru bicara. Meski diguyur hujan deras, semangat massa tak surut. Ratusan peserta aksi tetap bertahan menyuarakan tuntutan mereka di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Dalam orasinya, massa mendesak DPRD Sumut agar bersikap tegas dan berpihak kepada korban bencana dengan mendorong pemerintah pusat menetapkan banjir di Sumatera sebagai bencana nasional.

“Kami menuntut dukungan penuh DPRD Sumut agar status bencana banjir di Sumatera dinaikkan menjadi bencana nasional. Ini penting agar penanganan dan bantuan bisa maksimal,” tegas salah satu orator di hadapan gedung wakil rakyat.

Berdasarkan pantauan kru media di lokasi, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan utama, antara lain:

  1. Penetapan banjir di Sumatera sebagai bencana nasional.
  2. Pengerahan seluruh personel dan sumber daya negara untuk penanganan korban banjir.
  3. Penindakan tegas terhadap korporasi dan pengusaha perusak hutan, termasuk aparat penegak hukum yang diduga membekingi.
  4. Pencopotan kelompok oligarki di pemerintahan yang dinilai berkontribusi terhadap terjadinya bencana banjir.
  5. Pembukaan data pemilik HPH dan HGU yang diduga menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan.

Selain menyampaikan tuntutan, massa juga mengkritik lambannya distribusi bantuan kepada korban banjir. Mereka menilai sejumlah pernyataan pejabat terkait kondisi pascabencana terkesan asal bunyi dan tidak mencerminkan penderitaan warga di lapangan.

“Pernyataan yang tidak berdasar itu sangat melukai hati masyarakat yang sedang berjuang di tengah musibah,” ujar perwakilan aksi.

Di tengah berlangsungnya aksi, dua anggota DPRD Sumut, yakni Fajri Akbar dari Partai Demokrat dan Berkat Kurniawan Laoly dari Partai NasDem, hadir menemui massa. Keduanya menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan, termasuk meneruskan rekomendasi agar pemerintah pusat menetapkan status bencana nasional bagi wilayah terdampak banjir di Sumatera.

Usai mendengarkan pernyataan resmi dari perwakilan DPRD Sumut tersebut, massa aksi secara tertib membubarkan diri dan meninggalkan lokasi, dengan harapan tuntutan mereka tidak berhenti sebatas janji, melainkan segera direalisasikan demi kepentingan korban bencana.


BMH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *