Medan, – Mediarjn.com – Pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2025 oleh Polda Sumatera Utara memasuki hari kelima dengan hasil yang cukup mencolok. Selama periode 17–30 November 2025, petugas di seluruh jajaran polres melakukan penindakan intensif terhadap berbagai pelanggaran lalu lintas, total 6.287 pengendara tercatat terjaring razia.
Informasi ini disampaikan oleh Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP Siti Rohani, yang menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil rekap dari seluruh titik operasi di Sumatera Utara. Menurutnya, jumlah pelanggar yang terjaring tidak stabil setiap hari, namun tetap menunjukkan pola peningkatan pada hari-hari tertentu.
“Sejak hari pertama hingga hari kelima, jumlah pengendara yang terjaring terus bergerak naik turun. Namun secara keseluruhan, angkanya cukup tinggi dan menunjukkan masih banyaknya pelanggaran yang terjadi di jalan raya,” ujarnya.
Fluktuasi Jumlah Pelanggar Selama Lima Hari
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut gambaran perkembangan jumlah pelanggar per hari:
- Hari pertama: 1.013 pengendara
- Hari kedua: 1.257 pengendara
- Hari ketiga: 1.197 pengendara
- Hari keempat: 1.345 pengendara
- Hari kelima: 1.475 pengendara
Kenaikan signifikan pada hari kelima menunjukkan intensitas pengawasan yang semakin ketat menjelang akhir pekan.
ETLE Jadi Senjata Utama Penindakan
Polda Sumut menekankan bahwa penegakan hukum dalam Operasi Zebra Toba 2025 mengedepankan teknologi melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis maupun mobile. Penggunaan ETLE dinilai lebih efektif, objektif, dan meminimalisir interaksi langsung antara petugas dan pelanggar.
Selama lima hari, penindakan ETLE mencatat sejumlah pelanggar:
- ETLE Statis: 301 Kendaraan:
- Hari pertama: 100
- Hari kedua: 60
- Hari ketiga: 40
- Hari keempat: 40
- Hari kelima: 61
ETLE Mobile: 323 Kendaraan:
- Hari pertama: 73
- Hari kedua: 55
- Hari ketiga: 53
- Hari keempat: 65
- Hari kelima: 80
Gabungan keduanya menghasilkan total 624 pelanggar yang ditindak menggunakan teknologi ETLE.
Menurut Siti Rohani, angka ini menunjukkan bahwa pengawasan digital semakin menemukan perannya dalam mengurangi pelanggaran lalu lintas.
Edukasi dan Teguran Jadi Prioritas Pendekatan
Selain penindakan, operasi ini juga menempatkan edukasi sebagai elemen utama. Petugas memberikan imbauan, peringatan, dan sosialisasi kepada pengendara di berbagai lokasi, termasuk sopir angkutan umum, komunitas motor, mitra ojek daring, hingga masyarakat umum.
Dalam lima hari, total 5.663 pengendara telah menerima teguran dan edukasi. Rinciannya adalah:
- Hari pertama: 840 pengendara
- Hari kedua: 1.142 pengendara
- Hari ketiga: 1.107 pengendara
- Hari keempat: 1.240 pengendara
- Hari kelima: 1.334 pengendara
Langkah ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran dari sisi kesadaran, bukan semata-mata hukuman.
Pesan Polda Sumut: Keselamatan adalah Tujuan Utama
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, menegaskan bahwa Operasi Zebra Toba tidak hanya bertumpu pada razia atau tilang. Operasi ini justru bertujuan membangun budaya tertib lalu lintas di tengah masyarakat.
“Penegakan hukum tetap berjalan sesuai aturan, tetapi pendekatan persuasif kami kedepankan. Kami ingin masyarakat paham bahwa kepatuhan lalu lintas adalah bentuk perlindungan terhadap diri sendiri dan pengguna jalan lain,” jelasnya.
Ferry menambahkan bahwa keberhasilan operasi ini tidak hanya diukur dari jumlah tilang, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berkendara secara aman dan bertanggung jawab.
Operasi Berlanjut Hingga Akhir November
Dengan masih tersisa beberapa hari lagi, Polda Sumut memastikan pengawasan dan edukasi akan terus dilakukan secara berimbang. Masyarakat diimbau untuk melengkapi dokumen kendaraan, memakai helm standar, mematuhi batas kecepatan, tidak melawan arus, serta menghindari penggunaan ponsel saat berkendara.
Operasi Zebra Toba 2025 diharapkan mampu menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di Sumatera Utara menjelang akhir tahun.
BMH

