BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru Mediarjn.com...
Memuat tanggal dan waktu...
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Avatar Redaksi
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mendorong santri menguasai teknologi dan memahami pembangunan tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026. (Sumber: Doku. kegiatan/Pemkab Bekasi, jika tersedia.)

 

Dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Bekasi, Plt Bupati Asep Surya Atmaja menyampaikan lima pesan penting tentang ilmu agama, sejarah perjuangan, penguasaan teknologi, dan kontribusi santri bagi pembangunan. 5 Pesan Plt Bupati Bekasi untuk Santri pada Hari Santri Nasional 2026.
  • Asep Surya Atmaja mendorong santri menguasai teknologi.
  • Santri diharapkan tetap memperkuat ilmu agama dan nilai nasionalisme.
  • Resolusi Jihad menjadi pengingat peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa.
  • Santri didorong berkontribusi dalam pendidikan, sosial, dan pembangunan.
  • Peningkatan keterampilan digital dan akses pembelajaran menjadi bagian penting menghadapi tantangan masa depan.
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mendorong santri memperkuat ilmu agama sekaligus menguasai teknologi dan memahami pembangunan saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Thariq Bin Ziyad, Cikarang Utara.
Apa yang Perlu Diketahui?
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengajak santri memperkuat ilmu agama, menguasai teknologi, dan berkontribusi dalam pembangunan. Pesan itu ia sampaikan saat peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Cikarang Utara.
Editorial Note: Artikel ini telah melalui proses penyuntingan dan peninjauan oleh tim redaksi Mediarjn.com.

Galery Foto: Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja pada peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Cikarang Utara.


Asep Surya Atmaja menegaskan santri perlu memperkuat ilmu agama, memahami perkembangan teknologi, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Bekasi, Mediarjn.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, mendorong para santri agar tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga menguasai teknologi dan memahami pembangunan. Pesan tersebut ia sampaikan dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren (Ponpes) Thariq Bin Ziyad, Grand Cikarang City, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (22/10/2026).

Asep menilai, perkembangan zaman menuntut santri memiliki wawasan luas agar mampu beradaptasi dan mengambil peran di berbagai bidang kehidupan. Menurutnya, bekal keagamaan perlu berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemahaman terhadap persoalan masyarakat.

“Jadi hari ini santri itu tidak hanya belajar agama, tapi harus melek teknologi ke depannya,” tegas Asep dalam kegiatan tersebut.

Mengenang Perjuangan Santri dan Resolusi Jihad

Dalam sambutannya, Asep menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional kepada seluruh santri, khususnya di Kabupaten Bekasi. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan tahunan tersebut sebagai momentum untuk mengenang kontribusi kalangan pesantren dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia menyoroti Resolusi Jihad sebagai bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa yang menunjukkan peran santri dalam membela kemerdekaan.

“Kami dari pemerintah daerah mengucapkan Hari Santri. Yang kedua, momentum hari ini kita mengenang masa lalu, mulai dari perjuangan santri sampai ada Resolusi Jihad,” ujar Asep.

Menurutnya, sejarah perjuangan tersebut perlu menjadi inspirasi bagi generasi santri masa kini. Santri diharapkan tidak hanya berkiprah di lingkungan pesantren, tetapi juga berkontribusi dalam pendidikan, sosial, teknologi, dan pembangunan daerah.

Santri Dituntut Adaptif terhadap Perkembangan Zaman

Asep menegaskan bahwa penguasaan ilmu agama tetap menjadi fondasi penting bagi santri. Namun, ia juga mendorong mereka memperluas pengetahuan agar mampu menghadapi tantangan masa depan.

“Di situ sudah menandakan kalau santri ini harus eksis. Bukan hanya dia di pesantren, belajar tentang Islam, tapi juga dia harus mengerti teknologi, harus mengerti pembangunan, segala pun harus dipengerti,” katanya.

Pesan tersebut menempatkan santri sebagai bagian dari generasi muda yang memiliki peluang untuk berkontribusi lebih luas. Perpaduan nilai keagamaan, nasionalisme, dan kemampuan teknologi diharapkan dapat memperkuat peran mereka dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagi Kabupaten Bekasi, pengembangan kapasitas santri juga relevan dengan kebutuhan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perubahan teknologi dan dinamika pembangunan daerah.

Momentum Hari Santri dan Tantangan ke Depan

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk meneruskan semangat perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan zaman.

Dorongan agar santri menguasai teknologi dan memahami pembangunan juga menjadi pengingat pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap pendidikan pesantren. Akses terhadap pembelajaran digital, peningkatan kompetensi, serta kesempatan berpartisipasi dalam program pembangunan dapat membantu menerjemahkan pesan tersebut menjadi langkah nyata.

Meski demikian, pernyataan mengenai pentingnya penguasaan teknologi perlu diikuti dengan program yang mendukung kebutuhan santri, termasuk peningkatan keterampilan digital dan akses terhadap sarana pembelajaran yang memadai.

Melalui momentum ini, santri diharapkan terus menjaga nilai-nilai keagamaan dan nasionalisme sekaligus memperluas kontribusi dalam pendidikan, sosial, teknologi, serta pembangunan demi masa depan Kabupaten Bekasi dan Indonesia.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIARJN.COM

SUARAKAN BRAND, PERLUAS JANGKAUAN.

Publikasikan informasi, kegiatan, produk, dan layanan Anda melalui ekosistem pemberitaan MEDIARJN.

KERJA SAMA MEDIA
KERJA SAMA MEDIA
Hubungi Kami