BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru Mediarjn.com...
Memuat tanggal dan waktu...
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Avatar Redaksi
Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Paber Napitupulu menyoroti kualitas pelayanan air minum Perumda Tirtanadi dalam sosialisasi penyesuaian tarif di Balige, Selasa (20/10/2026). (Sumber: MC Toba.)

 

Penyesuaian tarif air minum Perumda Tirtanadi di Kabupaten Toba memunculkan sorotan terhadap kualitas air, kelancaran distribusi, kebutuhan investasi, dan transparansi pelayanan kepada pelanggan. 5 Poin Penting Pelantikan 128 Pejabat Pemkab Toba.
  • Pemkab Toba menyoroti keluhan air keruh dan distribusi tersendat.
  • Sekda Toba meminta penyesuaian tarif diikuti peningkatan layanan.
  • Tirtanadi mengakui persoalan debit air, kualitas air, dan investasi.
  • Perusahaan menyebut penyesuaian tarif berlaku mulai November 2026.
  • Transparansi tarif, penanganan keluhan, dan kepastian pasokan menjadi perhatian.
Sekda Toba Paber Napitupulu menegaskan penyesuaian tarif air minum harus diikuti perbaikan kualitas pelayanan. Direktur Bisnis dan Pemasaran Perumda Tirtanadi Medan, Ikrimah Hamidi, mengakui persoalan air keruh, debit kecil, dan keterbatasan investasi. Tirtanadi menyebut penyesuaian tarif berlaku mulai November 2026, dengan mekanisme tarif tunggakan yang perlu dipastikan melalui dokumen resmi.
Apa yang Perlu Diketahui?
Bupati Toba melantik 128 pejabat dan ASN, terdiri dari 46 pejabat administrator, 57 pejabat pengawas, 13 pejabat fungsional, dan 12 PNS yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala puskesmas. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan kompetensi aparatur dan penerapan manajemen talenta berdasarkan persetujuan BKN.
Editorial Note: Artikel ini telah melalui proses penyuntingan dan peninjauan oleh tim redaksi Mediarjn.com.

Galery Foto: Sekda Toba Paber Napitupulu dalam sosialisasi penyesuaian tarif air minum Perumda Tirtanadi di Balige.


Pemkab Toba meminta penyesuaian tarif air minum diikuti peningkatan kualitas layanan. Perumda Tirtanadi mengakui persoalan debit air, kekeruhan, dan keterbatasan investasi masih menjadi tantangan.

Toba, Mediarjn.com – Pemerintah Kabupaten Toba menyoroti kualitas pelayanan air minum Perumda Tirtanadi yang masih menuai keluhan masyarakat, mulai dari air keruh, debit air kecil, hingga distribusi yang kerap terganggu. Pemkab Toba menegaskan bahwa penyesuaian tarif harus sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, menyampaikan hal tersebut saat membuka sosialisasi penyesuaian tarif air minum Perumda Tirtanadi di pelataran Rumah Dinas Wakil Bupati Toba, Balige, Selasa (20/10/2026).

Paber menilai ketersediaan air minum yang bersih, sehat, dan berkelanjutan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Karena itu, perusahaan daerah yang bergerak dalam penyediaan air minum tersebut harus memastikan pelanggan memperoleh layanan yang layak dan dapat diandalkan.

Ia mengakui masyarakat di sejumlah wilayah masih mengeluhkan kualitas air yang keruh atau kotor. Selain itu, pasokan air terkadang terhenti atau tidak mengalir lancar tanpa pemberitahuan yang jelas.

“Kita harus jujur mengakui bahwa hingga saat ini masih banyak keluhan masyarakat terkait kualitas pelayanan air minum. Di beberapa daerah, air yang mengalir ke rumah warga kerap keruh atau kotor. Pasokan air juga sering terhenti atau tidak terdistribusi dengan lancar tanpa pemberitahuan yang jelas,” ujar Paber.

Penyesuaian Tarif Harus Diikuti Perbaikan Layanan

Paber menjelaskan bahwa penyesuaian tarif berkaitan dengan dinamika biaya operasional, pemeliharaan infrastruktur, dan pengembangan jaringan air bersih. Kebijakan tarif tersebut, menurut keterangan dalam sosialisasi, mengacu pada keputusan Gubernur Sumatera Utara selaku Kuasa Pemilik Modal Perumda Tirtanadi mengenai tarif air minum tahun 2026.

Meski demikian, ia menekankan bahwa kebijakan tarif tidak boleh mengesampingkan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan air minum yang berkualitas.

Pemkab Toba berharap sosialisasi tersebut menjadi ruang komunikasi yang terbuka antara Perumda Tirtanadi, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pelanggan. Melalui komunikasi tersebut, berbagai keluhan diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan yang terukur.

Pemkab Toba juga menyampaikan telah menganggarkan tiga item kegiatan untuk mendukung pelayanan air minum bagi masyarakat. Namun, rincian kegiatan, nilai anggaran, dan target pelaksanaannya belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.

Pemerintah daerah berharap dukungan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih, baik dari sisi kelancaran distribusi maupun kualitas air yang diterima pelanggan.

Tirtanadi Akui Debit Air Kecil hingga Kualitas Air Keruh

Direktur Bisnis dan Pemasaran Perumda Tirtanadi Medan, Ikrimah Hamidi, mengakui bahwa pelanggan masih menghadapi sejumlah persoalan pelayanan. Keluhan yang sering muncul antara lain debit air yang kecil, kualitas air keruh, dan tagihan yang dinilai mahal.

Menurut Ikrimah, keterbatasan investasi untuk meremajakan instalasi pengolahan serta membangun jaringan perpipaan menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan pelayanan.

Ia juga menjelaskan bahwa penurunan kualitas sumber air akibat kerusakan lingkungan dan meningkatnya pencemaran dapat memengaruhi proses pengolahan hingga distribusi air kepada pelanggan.

“Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air menjadi keruh sehingga harus melalui tahapan pengolahan sebelum disalurkan kepada pelanggan. Jaringan perpipaan juga terkadang mengalami penyumbatan akibat endapan yang menghambat aliran air,” jelas Ikrimah.

Ia menambahkan, perbaikan pelayanan membutuhkan investasi tambahan, termasuk pengembangan sumber air baru untuk meningkatkan debit air bagi masyarakat Kabupaten Toba dan wilayah sekitarnya.

Perumda Tirtanadi, lanjutnya, telah mengkaji berbagai persoalan pelayanan tersebut untuk selanjutnya dilaporkan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Tarif Baru Disebut Berlaku November 2026

Terkait kebijakan tarif, Ikrimah mengatakan Perumda Tirtanadi berkewajiban menyosialisasikan penyesuaian yang ditetapkan oleh Gubernur Sumatera Utara. Ia memahami bahwa sebagian pelanggan mungkin keberatan apabila perubahan tarif berlangsung ketika persoalan pelayanan belum sepenuhnya teratasi.

Dalam sosialisasi tersebut, Ikrimah menyebut penyesuaian tarif akan berlaku mulai November 2026. Ia juga menjelaskan bahwa tunggakan pelanggan tidak otomatis mengikuti penyesuaian tarif baru, melainkan tetap menggunakan tarif lama.

“Penyesuaian tarif akan dikenakan sejak bulan November 2026. Jika ada tunggakan maka itu tidak akan dikenakan penyesuaian tarif, masih akan disesuaikan dengan tarif yang lama,” pungkasnya.

Keterangan mengenai tanggal pemberlakuan dan mekanisme tarif tunggakan tersebut perlu dipastikan kembali melalui dokumen resmi dan rincian kebijakan tarif yang berlaku agar pelanggan memperoleh informasi yang akurat.

Transparansi dan Akuntabilitas Pelayanan Jadi Sorotan

Persoalan kualitas air dan kelancaran distribusi menjadi perhatian penting karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Penyesuaian tarif juga menuntut penjelasan yang transparan mengenai besaran tarif, kelompok pelanggan yang terdampak, serta manfaat yang diharapkan dari kebijakan tersebut.

Bagi pelanggan, informasi tentang jadwal gangguan, penyebab penurunan debit, penanganan air keruh, dan saluran pengaduan yang responsif juga penting untuk memastikan pelayanan berjalan secara akuntabel dan sesuai standar operasional prosedur.

Karena itu, tindak lanjut terhadap keluhan masyarakat perlu menjadi bagian dari evaluasi pelayanan Perumda Tirtanadi. Keberhasilan perbaikan tidak hanya diukur dari kebijakan tarif atau rencana investasi, tetapi juga dari konsistensi pasokan dan kualitas air yang diterima pelanggan.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Toba Darwin Sianipar, Augus Sitorus, dan Sahat Manullang; Asisten II Joni Lubis; sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD); para camat; serta unsur masyarakat.

Dari Perumda Tirtanadi, hadir Kepala Divisi Keuangan Ahmad Baihaqi Nasution, Kepala Divisi Hubungan Pelanggan Moh. Idham Nasution, Kepala Bidang Pemasaran dan Inovasi T.M. Dicky Anggara, serta Kepala Cabang Perumda Tirtanadi Toba, Solahuddin Siregar.

MEDIARJN.COM akan menempatkan kepentingan pelanggan sebagai fokus pemberitaan dan membuka ruang klarifikasi maupun hak jawab bagi Perumda Tirtanadi serta pihak terkait mengenai kebijakan tarif, kualitas air, dan rencana peningkatan pelayanan.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIARJN.COM

SUARAKAN BRAND, PERLUAS JANGKAUAN.

Publikasikan informasi, kegiatan, produk, dan layanan Anda melalui ekosistem pemberitaan MEDIARJN.

KERJA SAMA MEDIA
KERJA SAMA MEDIA
Hubungi Kami