Memuat berita terbaru...  

 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.

 (002) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. PWI Peradi.

Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    
Pemkot Bekasi menggencarkan program pencegahan kanker leher rahim (kanker serviks) melalui sosialisasi, skrining, dan inovasi metode self sampling, sebagai langkah strategis menekan angka kasus di kalangan perempuan.

Kota Bekasi, – Mediarjn.com Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus memperkuat upaya pencegahan kanker leher rahim (kanker serviks) melalui pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Selama dua tahun terakhir, berbagai program telah digulirkan mulai dari edukasi publik hingga deteksi dini melalui skrining kesehatan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan perempuan serta menekan angka kejadian kanker serviks di wilayah Kota Bekasi.

Deteksi Dini Kanker Serviks Menjadi Prioritas

Melalui kegiatan advokasi perluasan implementasi deteksi dini kanker leher rahim dengan metode self sampling, pemerintah menekankan pentingnya deteksi sejak dini sebagai langkah preventif.

Kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai pihak, di antaranya perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Wakil Ketua TP PKK Wuri Handayani, serta sejumlah organisasi perempuan.

Ancaman Kanker Serviks Dipahami oleh Pemerintah

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyampaikan bahwa kanker serviks merupakan “silent killer” yang berbahaya karena sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

“Kanker serviks dapat berkembang tanpa gejala, namun memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat. Oleh karena itu, pemerintah berupaya optimal menekan angka kejadiannya melalui berbagai program pencegahan,” ujarnya.

Strategi Pencegahan Dilaksanakan di Kota Bekasi

Pemkot Bekasi mengintegrasikan berbagai program nasional dan daerah, antara lain:

  • Program imunisasi HPV bagi anak perempuan usia sekolah
  • Layanan skrining kanker serviks secara rutin
  • Sosialisasi dan edukasi kesehatan reproduksi perempuan

Pendekatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap layanan kesehatan preventif.

Dukungan Fasilitas Kesehatan yang Disiapkan

Dalam mendukung program tersebut, Pemkot Bekasi juga memperkuat infrastruktur layanan kesehatan, meliputi:

  • 55 Puskesmas
  • 49 rumah sakit pemerintah dan swasta
  • Klinik kesehatan
  • Ratusan tenaga medis, termasuk bidan dan dokter praktik

Seluruh fasilitas tersebut bersinergi dengan organisasi profesi untuk memberikan layanan yang bermutu, profesional, dan mudah diakses masyarakat.

Peran Masyarakat dalam Pencegahan Kanker Serviks

Di akhir kegiatan, Wakil Wali Kota Bekasi mengimbau masyarakat, khususnya perempuan, untuk secara aktif melakukan skrining kesehatan secara rutin.

Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk kesadaran individu dalam menjaga kesehatan serta mencegah risiko penyakit sejak dini.

Pencegahan sebagai Kunci Menekan Angka Kanker Serviks

Upaya masif yang dilakukan Pemkot Bekasi menunjukkan bahwa pencegahan melalui deteksi dini dan edukasi merupakan strategi utama dalam menghadapi ancaman kanker serviks.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan angka kejadian kanker leher rahim dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup perempuan di Kota Bekasi.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *