Memuat berita terbaru...  

Media Rubrik Jurnal Nusantara - Inspiratif - Inovatif - Kompetitif"
Slider Banner HUT RI 80  
   
DOHAR KAJARI SEMARANG KAJARI TOBA Muslih dan Istri PREDI P SIBARANI Ucapan Nataru Kaprodi U-MPU Tantular Ucapan Nataru Boy Hutasoit quotes Jurnalistik    
Kepengurusan Baru MUI Jabar periode 2025–2030 saat pelantikan di Bale Pakuan Bandung

Bandung, – Mediarjn.comKepengurusan baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat masa khidmat 2025–2030 diyakini mampu memperkuat persatuan umat Islam di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Keyakinan tersebut disampaikan Pakar Hukum Ekonomi, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menyusul pelantikan pengurus MUI Jabar oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pandangan Akademisi terhadap Peran Strategis MUI

Prof. Sutan Nasomal menyampaikan pandangannya saat dimintai komentar oleh sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan daring di Markas Diklat Partai Oposisi Merdeka, Sentul, Bogor, Rabu (28/1/2026). Ia menilai, kepengurusan baru MUI Jabar memiliki kapasitas moral dan struktural untuk menjadi perekat umat di tengah dinamika sosial dan politik daerah.

Menurutnya, MUI Jabar diharapkan mampu menjalankan fungsi keumatan secara inklusif serta menjaga harmoni sosial di seluruh wilayah Jawa Barat.

Gubernur Dorong MUI Beri Nasihat Kemaslahatan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan peran strategis MUI sebagai mitra pemerintah dalam memberikan nasihat kebijakan. Ia mendorong MUI Jabar agar terus mengingatkan pemerintah supaya setiap kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan rakyat dan kemaslahatan umum.

“Nasihat MUI sangat penting agar pemerintah senantiasa berpihak pada kepentingan masyarakat dan tidak melanggar sumpah jabatan para pemimpin,” ujar Dedi Mulyadi usai menghadiri pelantikan pengurus MUI Jabar di Bale Pakuan, Kota Bandung, Selasa (27/1/2026).

MUI Diminta Hadir Beri Solusi Konkret

Selain sebagai penasihat pemerintah, Dedi Mulyadi juga mendorong MUI Jabar untuk aktif memberikan solusi konkret atas berbagai persoalan keagamaan, sosial, dan lingkungan yang berkembang di masyarakat. Kehadiran MUI diharapkan tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga solutif dan responsif terhadap kebutuhan umat.

Ketua MUI Jabar Tegaskan Arah Kerja Organisasi

Ketua Umum MUI Jawa Barat Masa Khidmat 2025–2030, Aang Abdullah Zein, menyampaikan harapannya agar MUI Jabar dapat menjalankan peran keumatan secara optimal dengan fondasi kerja yang kuat dan berkelanjutan.

“Harapan kami, MUI Jabar mampu berpijak dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja sinergitas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas,” ujar Aang.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menghindari program kerja yang bersifat muluk-muluk, serta menekankan bahwa keistimewaan Jawa Barat harus dibangun di atas nilai iman dan takwa sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat.

MUI Jabar sebagai Pilar Persatuan Umat

Dengan kepengurusan baru tersebut, MUI Jawa Barat diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai pilar persatuan umat, mitra strategis pemerintah daerah, serta rujukan moral dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan keagamaan di Jawa Barat.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *