Kepala Desa Kumpul Sebra bersama warga memantau kondisi Banjir di Perumahan Taman Kintamani, Genangan banjir mencapai setinggi satu meter merendam Perumahan Taman Kintamani Tambun Utara
Curah hujan tinggi sebabkan genangan luas di Jejalen Jaya, aktivitas warga dan akses jalan terganggu
Bekasi, – Mediarjn.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyebabkan banjir merendam sejumlah kawasan permukiman, khususnya di Desa Jejalen Jaya, Kamis malam (22/1/2026).
Perumahan Taman Kintamani dan Panorama Regency Terdampak Parah
Banjir dilaporkan menggenangi Perumahan Taman Kintamani dan Perumahan Panorama Regency. Di Perumahan Taman Kintamani, genangan air mencapai sekitar satu meter di wilayah RW 08, RT 01, 02, dan 03. Sementara di Panorama Regency, genangan serupa terjadi di RT 02, 03, dan RT 04.
Akses Jalan Terputus dan Aktivitas Warga Terganggu
Tingginya genangan air tidak hanya memasuki rumah warga, tetapi juga memutus akses jalan utama di kawasan perumahan, sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas masyarakat setempat. Sejumlah warga terpaksa bertahan di dalam rumah akibat kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan untuk beraktivitas normal.
Kepala Desa: Hampir Seluruh RW Jejalen Jaya Terendam
Kepala Desa Jejalen Jaya, Kumpul, membenarkan bahwa banjir tidak hanya terjadi di kawasan perumahan, tetapi juga melanda wilayah perkampungan. Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi Mediarjn.com, Kamis malam.
“Ya benar, hampir seluruh RW di Jejalen Jaya terendam banjir, baik di wilayah perkampungan maupun perumahan. Namun yang cukup parah hingga mencapai satu meter terjadi di Perumahan Taman Kintamani dan Panorama Regency,” ujar Kumpul.
Imbauan Waspada dan Antisipasi Hujan Susulan
Dalam keterangannya, Kumpul mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas curah hujan masih berpotensi tinggi pada malam hari.
“Saya mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan dan melakukan pembersihan saluran air secara mandiri di lingkungan masing-masing guna meminimalisir luapan air,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum dilaporkan adanya korban jiwa. Aparat desa bersama warga terus memantau perkembangan kondisi banjir sambil menunggu penurunan intensitas hujan.
(Boy Hutasoit)

