Foto: Korban ibu dan 3 orang anak
Sibolga, Tapanuli Tengah, – Mediarjn.com – Hujan lebat yang berlangsung sejak 17 hingga 22 November 2025 telah menyebabkan banjir besar di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, Sumatera Utara. Data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) PB Sumut menunjukkan bahwa 1.902 kepala keluarga (KK) terdampak banjir.
Menurut laporan, banjir melanda tujuh kecamatan di Tapteng:
- Kolang: 1.261 KK
- Sarudik: 338 KK
- Pandan: 150 KK
- Lumut: 78 KK
- Barus: 65 KK
- Tukka: 10 KK
Pusdalops mencatat bahwa 45 jiwa dari 10 KK mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, dampak banjir terjadi di delapan kelurahan dan lima desa di wilayah tersebut.
Longsor dan Korban Jiwa
Di tengah banjir, muncul bencana tanah longsor yang semakin memperburuk situasi:
Di Dusun 1, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, sebuah rumah tertimbun longsor dan menewaskan satu keluarga (ibu dan tiga anak).
Longsor juga menimpa jalan nasional di Jalan Sibolga–Barus (Km 2, Dusun II, Desa Mela I, Kecamatan Tapian Nauli), membuat arus lalu lintas terganggu.
Dampak Akses dan Infrastruktur
Beberapa ruas jalan terendam air hingga ketinggian sekitar 1 meter, terutama di jalur perbatasan Sibolga–Tapteng.
Longsor menutup ruas jalan nasional, tetapi BPBD Tapteng telah menurunkan alat berat (bechoe loader) dan chainsaw untuk membersihkan material longsor serta pohon tumbang.
Jaringan telekomunikasi terputus, terutama di wilayah Pandan dan Sibolga, membuat upaya pendataan korban dan komunikasi darurat menjadi sulit.
Kondisi Sungai dan Penyebab Banjir
Laporan menyebutkan bahwa salah satu pemicu banjir besar adalah meluapnya sungai di PLTA Sipahoras akibat tingginya curah hujan.
Tindakan dan Penanganan Darurat
BPBD Tapteng bersama instansi terkait segera melakukan evakuasi dan pembersihan longsor.
Pusdalops Sumut menyatakan bahwa data masih bersifat sementara, dan pemantauan terus dilakukan.
Pemerintah daerah menghimbau warga di zona rawan untuk siaga dan mengutamakan keselamatan dengan mengungsi bila diperlukan.
Imbauan untuk Warga
Hindari berada di tepi sungai atau area perbukitan saat hujan deras.
Warga yang merasa rumahnya berada di zona rawan banjir atau longsor diharapkan mengikuti arahan evakuasi dari BPBD setempat.
Laporkan kerusakan dan kondisi darurat melalui posko bencana lokal agar bantuan cepat disalurkan.
(BMH/Team)

