Kajati Jabar Tekankan Integritas hingga Larangan Flexing di Media Sosial
“Setiap pekerjaan dan tugas dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”
Browsing tag
“Setiap pekerjaan dan tugas dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”
Tantangan penegakan hukum dewasa ini tidak dapat lagi dilihat secara terpisah antara penegakan hukum pidana, kepentingan keperdataan negara, tata kelola pemerintahan, perlindungan aset publik, dan kepentingan masyarakat.” R. Narendra Jatna, Jamdatun
“Sertifikat bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan yang diperoleh diterapkan dalam pekerjaan. Integritas harus terlihat ketika melakukan verifikasi, meminta konfirmasi, menulis fakta dan menyajikan informasi kepada masyarakat.” Hisar Pardomuan, Pimred Mediarjn.com
Draft statement, perlu konfirmasi narasumber sebelum dipublikasikan sebagai kutipan langsung.
“Perubahan besar untuk memajukan Indonesia tidak harus menunggu tindakan orang lain. Perubahan dapat dimulai dari komitmen diri sendiri untuk berkarya, mengabdi, dan menjaga masa depan bangsa.” Harriani Bianca Daryana, S.H., Wakil Ketua Umum DPP Feradi WPI sekaligus Ketua DPD Feradi WPI DKI Jakarta
“Komisi Kejaksaan RI mendorong agar penanganan perkara atas nama FA dilaksanakan secara independen, objektif, dan profesional guna menghindari potensi konflik kepentingan serta menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.” Komisi Kejaksaan Republik Indonesia.
“Manajemen risiko bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap proses pengambilan keputusan guna memperkuat integritas, akuntabilitas, dan kualitas tata kelola Kejaksaan Republik Indonesia menuju institusi penegak hukum yang modern dan terpercaya.” Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum.
“Aparatur Kejaksaan harus berani menolak pemberian apa pun yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya. Bekerjalah dengan jujur, berani, dan berintegritas.” Muhibuddin, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.
“Kejaksaan harus memberikan dampak positif di setiap kabupaten dan kota. Berikan sumbangsih yang bermanfaat untuk masyarakat sehingga mampu memberikan kontribusi yang baik.” Dr. Sutikno, S.H., M.H., Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat
“Saya tidak butuh jaksa yang hanya pintar, tapi tidak berintegritas. Saya butuh jaksa yang cerdas, bermoral, dan beradab.” Jaksa Agung ST Burhanuddin
Pujiyono Suwadi, menyampaikan apresiasi atas kinerja Kejati Jabar yang dinilai profesional, berintegritas, dan humanis. Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat (public trust) dengan terus memperkuat marwah penegakan hukum yang berkeadilan, bermanfaat, dan memberikan kepastian hukum.