Pembukaan Festival Literasi Kabupaten Toba Tahun 2026 di Kompleks Tugu D.I. Panjaitan, Balige, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini dibuka Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu bersama unsur Forkopimda. (Sumber: MC Toba).
Festival Literasi Toba 2026 menghadirkan gerakan membaca, pengukuhan Bunda Literasi, dan penguatan kreativitas masyarakat. 3 Fokus Festival Literasi Toba 2026: Budaya Baca hingga Kreativitas.
Bupati Toba membuka Festival Literasi 2026 di Balige.
Bunda Literasi tingkat kecamatan resmi dikukuhkan.
Pemkab Toba dorong gerakan membaca dari lingkungan keluarga.
Pemkab Toba menggelar Festival Literasi 2026 pada 27–29 Oktober di Balige. Bupati Effendi Sintong P. Napitupulu mengajak masyarakat membangun budaya membaca. Kegiatan ini juga mengukuhkan Bunda Literasi tingkat kecamatan untuk memperkuat gerakan literasi hingga lingkungan keluarga dan masyarakat.
Apa yang Perlu Diketahui?
Festival Literasi Kabupaten Toba 2026 mengusung tema “Literasi Hidup, Generasi Kreatif”. Bupati Toba mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan literasi sebagai gerakan bersama. Pemkab juga mengukuhkan Bunda Literasi tingkat kecamatan sebagai penggerak budaya membaca.
Editorial Note: Artikel ini telah melalui proses penyuntingan dan peninjauan oleh tim redaksi Mediarjn.com.
Galery Foto: Festival Literasi Kabupaten Toba 2026 di Balige.
Mengusung tema “Literasi Hidup, Generasi Kreatif”, festival berlangsung selama tiga hari. Bunda Literasi tingkat kecamatan se-Kabupaten Toba juga dikukuhkan untuk memperkuat gerakan membaca di tengah masyarakat.
Toba, Mediarjn.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba menggelar Festival Literasi Kabupaten Toba Tahun 2026 di Kompleks Tugu D.I. Panjaitan, Napitupulu Bagasan, Kecamatan Balige, Selasa (27/10/2026). Mengusung tema “Literasi Hidup, Generasi Kreatif”, kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam membangun budaya membaca sekaligus mendorong kreativitas masyarakat.
Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, membuka langsung festival yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 tersebut bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Mereka menandai pembukaan kegiatan melalui pemukulan alat musik tradisional taganing.
Dalam sambutannya, Effendi mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan literasi sebagai gerakan bersama. Menurutnya, upaya membangun masyarakat yang cerdas dan kreatif membutuhkan dukungan keluarga, sekolah, pemerintah, serta lingkungan masyarakat.
“Mari kita jadikan literasi sebagai gerakan bersama. Dengan semangat gotong royong, kita berharap gerakan literasi di Kabupaten Toba melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, berdaya saing, dan berkarya,” ujar Bupati.
Bunda Literasi Kecamatan Dikukuhkan
Selain membuka festival, Pemkab Toba juga mengukuhkan Bunda Literasi tingkat kecamatan se-Kabupaten Toba. Pengukuhan tersebut diharapkan memperkuat peran para Bunda Literasi dalam menggerakkan kebiasaan membaca dan meningkatkan minat baca masyarakat di wilayah masing-masing.
Bunda Literasi Kabupaten Toba, Ny. Astita Effendi Sintong P. Napitupulu, mengingatkan para Bunda Literasi yang baru dikukuhkan agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar pemberian gelar, melainkan tanggung jawab untuk menggerakkan budaya literasi hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Saya tegaskan, ini bukan sekadar pemberian gelar, tetapi tanggung jawab untuk menjadi penggerak literasi di wilayah masing-masing. Ajak para orang tua membiasakan membaca buku bersama anak-anak,” pesannya.
Pesan tersebut menempatkan keluarga sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun budaya membaca. Kebiasaan membaca sejak dini diharapkan dapat tumbuh melalui keterlibatan orang tua dan dukungan lingkungan sekitar.
Literasi Bukan Sekadar Seremoni
Festival Literasi Kabupaten Toba Tahun 2026 diharapkan menjadi ruang untuk meningkatkan minat baca, memperluas wawasan, serta mendorong lahirnya generasi yang kreatif dan produktif.
Namun, keberhasilan gerakan literasi tidak cukup diukur dari pelaksanaan festival maupun pengukuhan penggerak literasi. Konsistensi program, keterlibatan masyarakat, serta keberlanjutan kegiatan membaca di sekolah, keluarga, dan lingkungan kecamatan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Karena itu, peran Bunda Literasi yang telah dikukuhkan diharapkan berlanjut melalui kegiatan nyata dan terukur, sehingga gerakan literasi benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Toba.
Dihadiri Unsur Forkopimda dan Perangkat Daerah
Kegiatan pembukaan Festival Literasi Kabupaten Toba Tahun 2026 turut dihadiri Ketua Pengadilan Negeri Balige Anita Silitonga; Kapolres Toba yang diwakili Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan; Dandim 0210/TU yang diwakili Danramil 17 Balige Kapten Inf Sangkan Samosir; serta Kajari Toba yang diwakili Kepala Sub Seksi Intelijen Horlando Limbong.
Hadir pula Kepala Rutan Balige Valen Sonar Rumbiak, Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Paber Napitupulu, para Staf Ahli Bupati, para Asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta para camat.
Ketua Panitia Festival Literasi Tahun 2026 sekaligus Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba, Almen Hutagalung, turut hadir bersama jajaran panitia, Bunda Literasi tingkat kecamatan, dan pegiat literasi se-Kabupaten Toba.
Melalui festival ini, Pemkab Toba diharapkan dapat memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar literasi tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang hidup dalam keseharian masyarakat.
(Red)