1.500 Lansia Berkumpul di Bekasi, Sekolah Lansia Jadi Sorotan

Sekitar 1.500 lansia mengikuti peringatan Hari Lansia Sedunia di GOR Bang Yan, Kota Bekasi, Kamis (1/10/2026). (Sumber: Pemkot Bekasi)

 

Peringatan Hari Lansia Sedunia di Bekasi diisi kreativitas, layanan kesehatan, dan pembahasan penguatan Sekolah Lansia KUN. 5 Hal yang Disorot dalam Peringatan Hari Lansia Sedunia di Bekasi.
  • Sekitar 1.500 lansia berkumpul di GOR Bang Yan.
  • Lansia menampilkan angklung, tari Bali, dan fashion show.
  • Peserta memperoleh pemeriksaan kesehatan mata dan kacamata bagi yang membutuhkan.
  • Sekolah Lansia KUN memiliki sekitar 3.800 lansia terdaftar.
  • Pemkot Bekasi mendorong lansia tetap sehat, aktif, produktif, dan memiliki ruang untuk berkarya.
Sekitar 1.500 lansia mengikuti peringatan Hari Lansia Sedunia di GOR Bang Yan, Kota Bekasi. Kegiatan menghadirkan pertunjukan seni, layanan kesehatan gratis, serta pembahasan mengenai Sekolah Lansia KUN yang telah berjalan sejak 2022.
Apa yang Perlu Diketahui?
Sekitar 1.500 lansia berkumpul di GOR Bang Yan Bekasi dalam peringatan Hari Lansia Sedunia. Kegiatan menampilkan kreativitas lansia, layanan kesehatan, dan penguatan peran Sekolah Lansia KUN.
✓
Editorial Note: Artikel ini telah melalui proses penyuntingan dan peninjauan oleh tim redaksi Mediarjn.com.

Galery Foto: Sekitar 1.500 lansia mengikuti peringatan Hari Lansia Sedunia di GOR Bang Yan, Kota Bekasi


Peringatan Hari Lansia Sedunia di GOR Bang Yan diisi pertunjukan seni, layanan kesehatan gratis, serta pembahasan penguatan Sekolah Lansia KUN.

Kota Bekasi, Mediarjn.com – Sekitar 1.500 warga lanjut usia (lansia) berkumpul di GOR Bang Yan, Kota Bekasi, Kamis (1/10/2026), untuk memperingati Hari Lansia Sedunia dan Hari Kesehatan Mental Nasional.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah aktivitas, mulai dari fashion show, permainan angklung, hingga tarian Bali. Panitia juga menyediakan layanan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan mata dan pemberian kacamata bagi peserta yang membutuhkan.

Acara mengangkat tema “Lansia Sehat, Jiwa Raga, Berdaya, Bermartabat Bersama PDI Perjuangan” dan dihadiri Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning, jajaran anggota partai, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Sekolah Lansia KUN Jadi Perhatian

Dalam kegiatan tersebut, Tri Adhianto menyoroti keberadaan Sekolah Lansia KUN (Kasih Untuk Negeri) yang telah berjalan di Kota Bekasi sejak 2022.

Tri menyebut sekitar 3.800 lansia telah terdaftar dalam program tersebut. Menurutnya, Sekolah Lansia tidak hanya memberikan edukasi mengenai kesehatan, tetapi juga membuka ruang bagi lansia untuk belajar, beraktivitas, dan bersosialisasi.

“Sekolah Lansia di Kota Bekasi sudah berjalan sejak 2022. Saya sangat mengapresiasi lansia yang tetap ingin terus belajar, beraktivitas, bersosialisasi dan menjaga kesehatan,” ujar Tri.

Menurut Tri, keberadaan program tersebut menjadi salah satu upaya menciptakan lingkungan yang mendukung lansia agar tetap sehat, aktif, dan memiliki kesempatan berkontribusi di tengah masyarakat.

Hasto Dorong Program Serupa

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi keberadaan Sekolah Lansia di Kota Bekasi.

Hasto mengatakan program tersebut dapat menjadi ruang komunikasi, edukasi kesehatan, dan aktivitas sosial bagi masyarakat lanjut usia. Ia juga menyampaikan bahwa PDI Perjuangan akan mendorong program serupa menjadi kebijakan strategis di daerah yang dipimpin kader partai.

“Tadi disampaikan oleh Pak Wali Kota Bekasi, Pak Tri Adhianto, bahwa Kota Bekasi telah memiliki sekolah lansia. Program seperti ini akan kami dorong menjadi kebijakan strategis di daerah-daerah yang dipimpin kader PDI Perjuangan,” kata Hasto.

Hasto juga menyampaikan pandangannya bahwa perhatian terhadap lansia tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi juga ruang interaksi sosial.

Ia mengatakan kader partai akan didorong untuk mengunjungi lansia dan mendorong kebijakan yang memberikan perhatian kepada kelompok usia lanjut.

Lansia dan Ruang Sosial

Hasto menilai pemerintah dan masyarakat perlu memberikan ruang agar lansia tetap dapat berinteraksi dan menjalankan aktivitas sosial.

Menurutnya, pengalaman, pemikiran, dan keteladanan yang dimiliki lansia dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Kami melihat struktur penduduk usia lanjut di Kota Bekasi cukup besar. Kami tidak ingin lansia menjadi beban, tetapi justru menjadi faktor pendorong pembangunan Kota Bekasi melalui pengalaman, pemikiran, dan keteladanan yang mereka miliki,” ujarnya.

Pandangan tersebut menempatkan pemberdayaan lansia tidak semata-mata pada aspek pelayanan, tetapi juga pada kesempatan mereka untuk tetap beraktivitas dan berkontribusi.

Tri Paparkan Program Pembangunan Kota

Dalam kesempatan yang sama, Tri memaparkan sejumlah program Pemkot Bekasi yang berkaitan dengan pembangunan dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Program tersebut antara lain pembangunan polder untuk penanganan banjir, pengembangan PSEL Bantargebang, perluasan akses jaminan kesehatan, penataan kawasan Pasar Baru dan Pondok Gede, serta pengembangan taman dan ruang terbuka hijau.

Pemkot Bekasi juga menjalankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat, seperti urban farming, budidaya ayam petelur, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal, beasiswa perguruan tinggi, pengembangan perpustakaan modern, serta penataan kawasan Kalimalang dan Danau Duta.

Tri menekankan pembangunan kota tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga kualitas kehidupan masyarakat.

“Kita ingin pembangunan di Kota Bekasi tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakatnya bisa hidup sehat, aktif, produktif dan mendapatkan ruang untuk berinteraksi. Lansia juga harus menjadi bagian dari pembangunan dan memiliki kesempatan untuk terus berkarya,” katanya.

Momentum Perkuat Perhatian terhadap Lansia

Peringatan Hari Lansia Sedunia tersebut menjadi ruang untuk memperkuat perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental kelompok lanjut usia.

Selain menghadirkan pertunjukan seni dan layanan kesehatan, kegiatan tersebut memperlihatkan kebutuhan lansia terhadap ruang belajar, interaksi sosial, dan aktivitas yang dapat menjaga mereka tetap aktif.

Pemkot Bekasi berharap Sekolah Lansia dan berbagai program pemberdayaan lainnya dapat terus berkembang sehingga lansia memiliki lingkungan yang mendukung untuk belajar, bersosialisasi, berkarya, dan menjalani masa lanjut usia secara aktif.


(Adv)

GOR Bang YanHari Lansia SeduniaHasto Kristiyantokesehatan lansiakesehatan mentalKota BekasiLansiaPDI PerjuanganSekolah Lansia KUNTri Adhianto