Foto: Hendri Lincoln. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi memaparkan anggaran infrastruktur 2026 di Kabupaten Bekasi.
Fokus Peningkatan Jalan, Drainase, dan Pengendalian Banjir Berbasis Prioritas Wilayah
Kabupaten Bekasi, – Mediarjn.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan anggaran sebesar Rp1,1 triliun pada Tahun Anggaran 2026 untuk pembangunan infrastruktur strategis. Kebijakan ini difokuskan pada peningkatan kualitas jalan, pembenahan sistem drainase, serta penanganan kawasan rawan banjir guna memperkuat konektivitas dan ketahanan wilayah.
Komitmen Anggaran Infrastruktur Tahun 2026
Alokasi anggaran tersebut merupakan bagian dari strategi pembangunan daerah yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat terhadap infrastruktur yang layak, aman, dan berkelanjutan. Pemerintah daerah menilai sektor jalan dan drainase masih menjadi isu dominan yang berdampak langsung pada mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
SDABMBK Jadi Pelaksana Teknis Program
Pelaksanaan program akan dikoordinasikan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi sebagai perangkat daerah yang bertanggung jawab dalam perencanaan, pembangunan, hingga pengawasan teknis proyek infrastruktur.
Instansi tersebut menegaskan bahwa perencanaan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan jalan, kapasitas drainase eksisting, serta kebutuhan mendesak di wilayah terdampak banjir.
Prioritas Pembangunan: Jalan, Drainase, dan Titik Rawan Banjir
Program infrastruktur 2026 akan difokuskan pada:
- Rehabilitasi dan peningkatan kualitas jalan kabupaten
- Normalisasi dan pembangunan sistem drainase baru
- Perbaikan jembatan serta penguatan turap dan tanggul
- Penanganan titik-titik rawan banjir secara sistematis
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi potensi genangan air saat musim hujan serta meningkatkan kelancaran arus transportasi barang dan jasa.
Alasan Strategis di Balik Kebijakan
Secara akademis, pembangunan infrastruktur merupakan variabel kunci dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur jalan yang baik menurunkan biaya distribusi, meningkatkan efisiensi waktu tempuh, dan memperluas aksesibilitas kawasan produktif.
Sementara itu, sistem drainase yang memadai berperan penting dalam mitigasi risiko bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah dengan intensitas hujan tinggi dan pertumbuhan kawasan terbangun yang pesat.
Mekanisme Pelaksanaan dan Prinsip Akuntabilitas
Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan bahwa seluruh tahapan proyek akan dilaksanakan dengan prinsip:
- Transparansi anggaran
- Pengawasan teknis berlapis
- Skala prioritas berbasis kebutuhan riil
- Evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas pekerjaan
Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga mutu konstruksi sekaligus memastikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dampak yang Diharapkan bagi Masyarakat
Dengan realisasi anggaran Rp1,1 triliun tersebut, pemerintah menargetkan:
- Peningkatan kualitas konektivitas antarwilayah
- Penurunan signifikan titik banjir
- Peningkatan efisiensi aktivitas ekonomi lokal
- Perbaikan kualitas pelayanan publik berbasis infrastruktur
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pembangunan di Kabupaten Bekasi agar lebih adaptif terhadap tantangan urbanisasi dan perubahan iklim.
(Red)

