Memuat berita terbaru...  

 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.

 (002) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. PWI Peradi.

Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    

Retret Aparatur desa Kabupaten Bekasi mengikuti retret pembentukan karakter di Secapa AD Bandung, April 2025.

Bandung, – Mediarjn.com Lebih dari 600 aparatur pemerintahan desa dari Kabupaten Bekasi mengikuti kegiatan Retret Pendidikan Pembentukan Karakter Perangkat Desa Tahun Anggaran 2025, yang diselenggarakan di Sekolah Calon Perwira (Secapa) Angkatan Darat, Bandung, selama empat hari, dari tanggal 21 hingga 24 April 2025.

Kegiatan berskala besar ini diinisiasi oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bekasi dan melibatkan Kepala Desa, Ketua BPD, Kaur Keuangan, serta Operator Siskudes dari setiap desa. Setiap desa diwajibkan mengirimkan empat peserta, dengan total anggaran yang disebut-sebut mencapai lebih dari Rp 5 miliar.

Tujuan Retret

Retret ini bertujuan membentuk karakter aparatur desa agar lebih tangguh, disiplin, dan adaptif menghadapi tantangan birokrasi modern. Materi yang diberikan mencakup penguatan kedisiplinan, kepemimpinan, manajemen administrasi desa, serta nilai-nilai nasionalisme.

Namun demikian, di tengah banyaknya kebutuhan mendesak masyarakat, retret ini justru menuai kritik tajam dari berbagai pihak.

Menuai Kritik

Menurut Sofyan, Ketua Komunitas Sosial Media Indonesia (KOSMI) sekaligus Sekretaris Jenderal Jurnalis Pecinta Alam (Jurpala Indonesia), biaya yang dihabiskan untuk kegiatan ini dianggap terlalu fantastis dan tidak tepat sasaran. Ia mengungkapkan, biaya sebesar Rp 7 juta per peserta hanya mencakup fasilitas asrama selama empat hari tiga malam, makan, seragam, baju taktikal, dan hampers, tanpa termasuk biaya transportasi.

“Satu desa harus membayar Rp 28 juta untuk empat peserta. Dengan 178 desa yang ada, total yang diterima penyelenggara mencapai lebih dari Rp 5 miliar. Alangkah baiknya dana sebesar itu dialokasikan untuk pembangunan desa,” tegas Sofyan.

Siapa Penyelenggaranya

Kegiatan ini dikelola oleh Yayasan Meraki Management Indonesia, yang ditunjuk untuk mengorganisasi seluruh pelatihan, akomodasi, serta penyediaan perlengkapan peserta.

Respon Terhadap Kegiatan Ini

Sejumlah warga dan pengamat sosial di Kabupaten Bekasi menilai kegiatan ini seperti dipaksakan. Terlebih lagi, mayoritas kepala desa saat ini bukanlah pejabat baru, sehingga urgensi untuk retret pembentukan karakter dipertanyakan. Mereka berpendapat bahwa anggaran besar tersebut seharusnya difokuskan pada program-program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti perbaikan infrastruktur dan layanan sosial dasar.

Kapan dan dimana Retret Ini Berlangsung

Seperti disebutkan, retret ini berlangsung di lingkungan Secapa AD Bandung dari 21 hingga 24 April 2025, di fasilitas asrama militer yang diperuntukkan bagi pelatihan calon perwira.

Apa Implikasinya

Penggunaan anggaran besar untuk kegiatan retret di tengah lambannya pembangunan desa dinilai mencerminkan kurangnya sensitivitas pemerintah daerah terhadap kebutuhan riil masyarakat. Kegiatan semacam ini dikhawatirkan hanya menjadi formalitas tanpa membawa dampak signifikan terhadap pelayanan publik di tingkat desa.

“Retret yang dipaksakan ini berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam membangun desa,” tambah Sofyan.

Dengan demikian, keberlangsungan kegiatan seperti Retret Pendidikan Karakter Aparatur Desa harus dievaluasi secara kritis, agar setiap rupiah dari anggaran negara benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat. Pemerintah Kabupaten Bekasi didesak untuk lebih selektif dalam mendukung program-program pelatihan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *