Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja berdialog dengan mahasiswa Cipayung Plus di Gedung Swatantra Wibawa Mukti untuk membahas aspirasi pembangunan daerah
Cikarang Pusat, – Mediarjn.com –Pemerintah Kabupaten Bekasi membuka ruang dialog partisipatif dengan mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan berbasis kolaborasi. Hal ini ditunjukkan melalui pertemuan antara Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, dengan aliansi Mahasiswa Cipayung Plus.
Kegiatan tersebut diawali dengan penerimaan aksi aspirasi mahasiswa di kawasan Patung Golok, yang kemudian dilanjutkan dengan dialog terbuka di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, dengan menghadirkan jajaran perangkat daerah serta unsur Forkopimda dan TNI-Polri.
Dialog dengan Mahasiswa Dinilai Penting dalam Pembangunan Daerah

Dalam konferensi pers usai kegiatan, Asep menegaskan bahwa aspirasi mahasiswa merupakan elemen penting dalam proses evaluasi dan perbaikan kebijakan publik.
“Masukan-masukan tadi sangat wajar. Mahasiswa sebagai generasi penerus tentu ingin Kabupaten Bekasi menjadi lebih baik. Kita ini bukan Superman, tapi kita akan jadikan Bekasi sebagai Super Team,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pendekatan kepemimpinan kolaboratif yang menempatkan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pembangunan.
Pemerintah Menjamin Aspirasi Mahasiswa Ditindaklanjuti

Sebagai bentuk respons konkret, Pemerintah Kabupaten Bekasi menghadirkan langsung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam forum dialog tersebut. Hal ini bertujuan agar setiap aspirasi tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi dapat segera ditindaklanjuti secara teknis.
“Kami menghadirkan dinas-dinas terkait agar setiap aspirasi yang disampaikan bisa langsung direspons oleh OPD yang berwenang,” jelas Asep.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa delapan poin masukan utama dari mahasiswa akan menjadi bahan evaluasi kebijakan daerah ke depan.
Peran DPRD dalam Mengawal Aspirasi Mahasiswa

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, menyatakan bahwa pihak legislatif siap mengawal aspirasi tersebut, terutama dalam aspek regulasi dan pengawasan.
“Momentum LKPJ akan kami manfaatkan untuk memperkuat fungsi pengawasan. Terkait ketenagakerjaan, kami akan dorong regulasi yang memberikan afirmasi bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.
Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam merespons tuntutan publik.
Harapan Mahasiswa terhadap Pemerintah Daerah

Perwakilan Mahasiswa Cipayung Plus sekaligus Ketua HMI Cabang Bekasi, Adil LM, mengapresiasi ruang dialog yang diberikan, namun menekankan pentingnya komitmen nyata dari pemerintah.
“Kami berharap seluruh jajaran OPD bersama Plt Bupati dapat berkomitmen menjalankan seluruh tuntutan yang telah kami sampaikan,” ujarnya.
Ia juga mendorong adanya forum lanjutan yang lebih teknis dan spesifik, agar pembahasan dapat lebih fokus dan solutif.
Komitmen Bersama untuk Menindaklanjuti Hasil Dialog

Ketua PMII Kabupaten Bekasi, M. Faisal Haq, menegaskan bahwa visi “Bangkit, Maju, Sejahtera” harus diwujudkan melalui langkah konkret, bukan sekadar slogan.
“Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil dialog ini melalui pertemuan rutin setiap bulan sebagai bentuk pengawalan bersama,” ungkapnya.
Komitmen ini menjadi indikator penting dalam menjaga keberlanjutan komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa.
Poin Tuntutan Mahasiswa Cipayung Plus
Dalam dialog tersebut, aliansi Mahasiswa Cipayung Plus—yang terdiri dari PMII, HMI, GMNI, GMKI, Hima Persis, IMM, dan LMND—menyampaikan sembilan poin tuntutan strategis, meliputi:
- Peningkatan pelayanan kesehatan
- Perbaikan sektor ketenagakerjaan
- Pengelolaan BUMD yang transparan
- Pencegahan korupsi
- Pengisian jabatan secara profesional
- Mitigasi bencana
- Penguatan peran KNPI
- Optimalisasi fungsi DPRD
- Penguatan aspirasi masyarakat
Kolaborasi sebagai Kunci Pembangunan Bekasi ke Depan
Dialog antara pemerintah dan mahasiswa ini mencerminkan model tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan inklusif. Keterlibatan aktif mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan yang lebih responsif dan berorientasi pada kepentingan publik.
Dengan komitmen bersama, Kabupaten Bekasi diharapkan mampu bergerak menuju arah pembangunan yang lebih adaptif, transparan, dan berkelanjutan.
(Red)

