Memuat berita terbaru...  

Media Rubrik Jurnal Nusantara - Inspiratif - Inovatif - Kompetitif"
Slider Banner HUT RI 80  
   
DOHAR KAJARI SEMARANG KAJARI TOBA Muslih dan Istri PREDI P SIBARANI Ucapan Nataru Kaprodi U-MPU Tantular Ucapan Nataru Boy Hutasoit quotes Jurnalistik    

Wabup Toba Imbau Warga Tak Buang Sampah Sembarangan Usai Banjir Balige


Balige, Toba, Mediarjn.com   Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, bersama Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Paber Napitupulu, Plt Kepala Dinas PUTR Gumianto Simangunsong, para Asisten, Staf Ahli Bupati, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), turun langsung ke lapangan meninjau sejumlah titik terdampak banjir di Kota Balige, Jumat (9/1/2026) pagi.

Peninjauan dilakukan menyusul hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah Balige dan sekitarnya, sehingga menyebabkan genangan air di beberapa ruas jalan dan fasilitas umum.

Salah satu titik utama yang menjadi perhatian rombongan adalah saluran pembuangan akhir di Jalan Siliwangi. Dari hasil peninjauan, ditemukan bahwa drainase yang seharusnya menampung aliran air dari pusat kota menuju Danau Toba memiliki ukuran yang sangat terbatas, dengan lebar hanya sekitar 30 sentimeter. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya bangunan warga yang berdiri tepat di atas saluran air.

“Air dari kota volumenya besar, saluran di dalam kota sebenarnya cukup memadai. Namun saat menuju pembuangan akhir ke Danau Toba, justru paritnya menyempit karena tertutup bangunan. Lebarnya bahkan hampir tidak sampai 30 sentimeter,” ujar Wakil Bupati di sela-sela peninjauan.

Akibat penyempitan tersebut, aliran air tidak tertampung maksimal dan meluap ke sejumlah kawasan, di antaranya Jalan Siliwangi, Lapangan RBO, hingga depan Kantor Dinas PMDPPA Kabupaten Toba.

Selain faktor penyempitan drainase, Wakil Bupati juga menyoroti banyaknya saluran air yang tersumbat akibat lubang-lubang drainase yang tertutup, serta tumpukan sampah plastik dan bebatuan kecil di dalam saluran. Kondisi ini semakin mengurangi daya tampung air dan mempercepat terjadinya banjir.

“Kami menemukan banyak sampah di dalam drainase, termasuk plastik dan kulit durian. Ini menjadi perhatian serius. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, karena dampaknya kembali kita rasakan bersama,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Toba berkomitmen untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan, baik melalui pembersihan drainase, evaluasi tata ruang, maupun penertiban bangunan yang mengganggu fungsi saluran air, guna mencegah banjir serupa terulang di kemudian hari.


BMH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *