Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang (FORTAL). Ketua Umum FORTAL, Kang Edo, LSM GANAS, dan ANGEL VISION Bongkar Penjualan Obat keras Tramadol di Bekasi Utara.
Laporan Warga Ungkap Praktik Peredaran Obat G Jenis Tramadol dan Eximer
Bekasi, – Mediarjn.com – Maraknya peredaran obat terlarang golongan G seperti Tramadol, Eximer, XXX, dan sejenisnya di wilayah Bekasi Utara memicu respons cepat dari Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang (FORTAL). Ketua Umum FORTAL, Kang Edo, memimpin langsung aksi pembongkaran praktik ilegal tersebut setelah menerima laporan masyarakat.
Warga Resah dan Melapor: Praktik Jual Beli Bebas pada Sore Hari
Informasi awal diterima Kang Edo dari warga sekitar yang gelisah melihat transaksi obat terlarang berlangsung terbuka pada jam-jam sore. Merespons kegelisahan itu, Kang Edo bergerak melakukan penelusuran lapangan bersama Ketua Umum DPP LSM GANAS, Brian Shakti, serta Angel Vision sebagai mitra media dalam fungsi pengawasan sosial.
“Kami mungkin berasal dari lembaga berbeda, tetapi tujuan kami sama: menyelamatkan generasi muda dari kehancuran akibat obat-obatan terlarang,” tegas Kang Edo.
Penggerebekan: Aktivitas Mencurigakan dan Penemuan Barang Bukti
Saat tiba di lokasi yang dilaporkan, tim menemukan hilir-mudik pembeli dan dugaan kuat terjadinya transaksi obat terlarang. Setelah memverifikasi kebenaran laporan tersebut, tim langsung mendatangi salah satu toko yang dicurigai sebagai pusat distribusi.
Setelah terjadi perdebatan dengan pihak toko, ditemukan bukti kuat bahwa tempat tersebut menjual obat golongan G secara ilegal, termasuk Tramadol dan Eximer.
Polisi Datang 20 Menit Setelah Laporan, Barang Bukti Diamankan
(Siapa Terlibat)
Barang bukti berupa obat golongan G dan uang hasil penjualan segera dilaporkan kepada kepolisian. Tak lama, petugas dari Polsek Bekasi Utara tiba di lokasi, mengamankan barang bukti, serta membawa penjual untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam pemeriksaan awal, oknum penjual mengaku bukan aktor utama melainkan hanya perantara. Ia mengungkap adanya dugaan “bos besar” yang mengendalikan distribusi obat-obatan tersebut.
FORTAL Mendesak Pengungkapan Bandar Besar
(Apa Lanjutan Kasus Ini)
Menanggapi temuan tersebut, Kang Edo menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus bergerak lebih jauh untuk mengusut tuntas siapa sosok di balik jaringan peredaran obat.
“Jika pengecer mengaku memiliki bos, maka bos itulah yang harus ditangkap. Dialah akar persoalan yang merusak masa depan anak-anak bangsa,” tegas Kang Edo.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi tanpa rasa takut.
“Tramadol, Eximer, dan obat-obatan sejenis adalah musuh bersama. Mari bersatu memutus peredarannya demi keselamatan generasi muda,” pungkasnya.
Upaya Memutus Mata Rantai Peredaran Obat Terlarang
Aksi tegas ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memutus jaringan peredaran obat terlarang di Bekasi Utara. Selain itu, pengungkapan aktor intelektual di balik praktik ilegal ini diharapkan dapat membuka jalan bagi penegakan hukum yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
(Redaksi)

