Mengenang D.I. Panjaitan, Bupati Toba: Tak Semua Daerah Punya Pahlawan Revolusi

Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu sesi foto bersama setelah memimpin acara upacara peringatan hari wafat Pahlawan Revolusi D.I. Panjaitan di Kompleks Monumen D.I. Panjaitan, Kabupaten Toba, Rabu (30/9/2026). (Sumber: Pemkab Toba/Mediarjn.com)

 

Peringatan wafat D.I. Panjaitan di Toba menjadi momentum mengenang pengorbanan Pahlawan Revolusi sekaligus memperkuat komitmen pelestarian sejarah dan budaya bagi generasi penerus. 5 Pesan Penting dari Peringatan Wafat D.I. Panjaitan di Toba.
  • Bupati Toba pimpin upacara peringatan wafat D.I. Panjaitan.
  • Keluarga mengenang perjuangan dan keteladanan Pahlawan Revolusi.
  • Bupati Toba dorong peringatan digelar secara rutin setiap tahun.
  • Formasi mendorong pelestarian sejarah dan kebudayaan daerah.
  • Peringatan D.I. Panjaitan menjadi pesan penting bagi generasi penerus.
Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu memimpin peringatan hari wafat Pahlawan Revolusi D.I. Panjaitan di Silaen. Kegiatan tersebut menjadi momentum mengenang pengorbanan D.I. Panjaitan serta mendorong pelestarian sejarah, budaya, dan nilai perjuangan bagi generasi penerus.
Apa yang Perlu Diketahui?
Bupati Toba memimpin peringatan wafat D.I. Panjaitan di Silaen, Toba. Keluarga dan Pemkab Toba menekankan pentingnya mengenang perjuangan, melestarikan sejarah, serta meneruskan keteladanan pahlawan kepada generasi muda.
✓
Editorial Note: Artikel ini telah melalui proses penyuntingan dan peninjauan oleh tim redaksi Mediarjn.com.

Peringatan di Kompleks Monumen D.I. Panjaitan menjadi momentum mengenang pengorbanan Pahlawan Revolusi sekaligus menjaga nilai sejarah dan keteladanan bagi generasi penerus.

TOBA, Mediarjn.com – Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu memimpin upacara peringatan hari wafat Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta Donald Isaac Pandjaitan atau D.I. Panjaitan di Kompleks Monumen D.I. Panjaitan, Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Rabu (30/9/2026).

Upacara bertema “Pahlawanku Teladanku” tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa dan pengorbanan D.I. Panjaitan yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI.

Bupati Toba selaku inspektur upacara meletakkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan penaburan bunga bersama unsur Forkopimda dan keluarga besar D.I. Panjaitan.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan pesan dari keluarga D.I. Panjaitan. Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Letjen TNI (Purn) Hot Mangaraja Panjaitan, putra D.I. Panjaitan, menyampaikan rasa bangga dan syukur karena perjuangan serta keteladanan ayahnya masih dikenang dan diperingati setiap tahun.

“Saya merasa bangga dan bersyukur bahwa perjuangan beliau tidaklah sia-sia. Beliau masih tetap diingat dan diperingati setiap tahunnya,” ujar Hot Mangaraja Panjaitan melalui sambungan virtual.

Menurut Hot, pengorbanan D.I. Panjaitan memberikan pelajaran penting bagi generasi penerus, terutama mengenai pengabdian kepada bangsa, negara, dan Tuhan Yang Maha Esa.

“Apabila ada seorang putra dari Lumban Tor, putra dari Kabupaten Toba, yang rela mengorbankan nyawanya, sudah sepantasnya bagi kita untuk mengingat pelajaran yang beliau tinggalkan agar kita memberikan yang terbaik untuk rakyat,” katanya.

Hot juga mengapresiasi pelaksanaan peringatan tersebut. Ia menyatakan kebanggaannya menjadi bagian dari Kabupaten Toba sekaligus berkomitmen menjaga kehormatan tanah kelahirannya dan nama baik orang tuanya.

Bupati Toba Dorong Kolaborasi dengan Keluarga

Sementara itu, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu mengajak keluarga besar D.I. Panjaitan dan berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga nilai-nilai perjuangan, sejarah, serta budaya di Kabupaten Toba.

“Kiranya kita bisa berkolaborasi bersama keluarga untuk mewujudkan impian yang bisa kita kolaborasikan,” kata Effendi saat berdialog secara virtual dengan Hot Mangaraja Panjaitan.

Effendi berharap peringatan hari wafat D.I. Panjaitan dapat terus berlangsung setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengorbanannya dalam mempertahankan Pancasila serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kehadiran kita di sini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata penghormatan, penghargaan dan rasa cinta mendalam atas pengorbanan jiwa raga yang telah diberikan almarhum demi tetap tegaknya Pancasila dan keutuhan NKRI,” ujar Effendi.

Ia mengaku terharu sejak pertama kali tiba di lokasi hingga seluruh rangkaian upacara berakhir. Menurutnya, keberadaan D.I. Panjaitan sebagai Pahlawan Revolusi menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Toba.

“Tidak semua daerah punya Pahlawan Revolusi. Karena itu, kalau bisa peringatan wafat ini bergulir setiap tahun. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu menghargai jasa para pahlawannya,” katanya.

Effendi menegaskan bahwa sejarah mencatat keteguhan dan keberanian D.I. Panjaitan dalam mempertahankan ideologi Pancasila serta keutuhan NKRI hingga akhir hayat. Ia menilai keteladanan tersebut menjadi warisan berharga dari tanah Toba bagi Indonesia.

Dorong Pelestarian Sejarah dan Kebudayaan

Sebelumnya, Ketua Pelaksana kegiatan, Janner Sitorus dari Forum Martabe Sigurs (Formasi), menjelaskan bahwa salah satu tujuan keberadaan Formasi ialah mendorong kemajuan kebudayaan serta menjaga dan melestarikan nilai-nilai sejarah di daerah.

Pada kesempatan yang sama, Arta Siagian dan Tumpal Panjaitan yang mewakili keluarga besar D.I. Panjaitan menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut, terutama kepada Bupati Toba atas dukungannya.

Peringatan tersebut tidak hanya menjadi agenda penghormatan terhadap seorang Pahlawan Revolusi, tetapi juga menjadi ruang untuk mengingat kembali nilai perjuangan dan keteladanan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Turut hadir Sekdakab Toba Paber Napitupulu, Asisten Pemerintahan Eston Sihotang, Kabid Pengembangan Kebudayaan Disbudparekraf Provinsi Sumatera Utara Sylvia Rosita Lubis, Pabung 0210/TU, Forkopimcam Silaen, perwakilan Kejaksaan Negeri Toba, serta sejumlah undangan lainnya.


(Red)

Bupati TobaD.I. PanjaitanDonald Isaac PandjaitanEffendi Sintong P. NapitupuluFORMASIKabupaten TobaNKRIPahlawan RevolusiPancasilasejarahSilaenSumatera Utara