Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kedungjaya, Babelan, pada 30 Maret 2026, sebagai upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah, memangkas jarak tempuh warga, serta mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi masyarakat.
BABELAN, – Mediarjn.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperkuat pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan masyarakat melalui proyek strategis Jembatan Garuda. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, secara langsung melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan tersebut di Desa Kedungjaya, Kecamatan Babelan, Senin (30/03/2026).
Tujuan Pembangunan Jembatan Garuda
Pembangunan Jembatan Garuda bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bekasi, khususnya dalam menghubungkan kawasan permukiman yang selama ini terpisah oleh keterbatasan akses.
Jembatan gantung sepanjang 6 meter ini akan menghubungkan Perumahan Villa Gading Harapan 3 dengan Mutiara Gading City di Desa Kedungjaya, sehingga memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat setempat.
Jembatan Ini Penting bagi Masyarakat
Selama ini, warga harus menempuh jarak memutar lebih dari 4 kilometer untuk mencapai wilayah seberang. Dengan adanya jembatan ini, akses akan menjadi lebih efisien dan waktu tempuh dapat dipangkas secara signifikan.
“Dengan akan hadirnya jembatan ini, masyarakat tidak perlu lagi memutar jauh. Ini sebagai solusi akses masyarakat yang selama ini terhambat,” ujar Asep.
Jembatan dalam Meningkatkan Konektivitas Sosial
Asep menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat.
“Jembatan ini bukan hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menghubungkan masyarakat. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan akses warga,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa pembangunan ini sejalan dengan gagasan nasional dalam memperkuat konektivitas dan mempererat hubungan sosial antarwilayah.
Kebutuhan Infrastruktur di Kabupaten Bekasi
Sebagai wilayah dengan luas geografis yang besar, Kabupaten Bekasi masih membutuhkan pembangunan infrastruktur penghubung, termasuk jembatan gantung di sejumlah titik.
“Bekasi ini luas, dan ternyata masih ada wilayah yang membutuhkan jembatan gantung. Kita akan terus dorong pembangunan seperti ini karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ungkap Asep.
Saat ini, telah terdapat sekitar lima titik jembatan yang terealisasi melalui program pembangunan, dan jumlah tersebut akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan.
Terlibat dalam Pembangunan Ini

Selain Pemerintah Kabupaten Bekasi, pembangunan ini juga melibatkan unsur TNI. Dandim 0509/Kabupaten Bekasi, Michael Ronald Simbolon, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program nasional pembangunan infrastruktur.
“Secara nasional sudah dibangun ratusan jembatan dalam waktu singkat. Untuk Kabupaten Bekasi sendiri, saat ini sudah ada sekitar lima titik yang terealisasi dan akan terus bertambah,” ujarnya.
Dampak yang Diharapkan dari Pembangunan Jembatan
Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan memberikan dampak luas, tidak hanya dalam aspek aksesibilitas, tetapi juga dalam peningkatan aktivitas ekonomi dan hubungan sosial masyarakat.
“Yang diharapkan adalah hubungan antarwarga semakin baik dan pembangunan bisa dirasakan bersama. Ini membutuhkan kolaborasi semua pihak,” tandasnya.
Infrastruktur sebagai Penggerak Kesejahteraan
Pembangunan Jembatan Garuda menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan konektivitas yang semakin baik, diharapkan tercipta pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Bekasi.
(Red)

