Memuat berita terbaru...  

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.
Media Rubrik Jurnal Nusantara - Inspiratif - Inovatif - Kompetitif- Marhaban Ya Ramadhan 1447 H/ 2026 M."
Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    

Ladang Petani Mengering, Kebakaran Meluas. Dimana Peran Inalum Dan Jasa Tirta?


Kabupaten Toba, – Mediarjn.com  Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Tapanuli, khususnya Kabupaten Toba, telah menyebabkan penderitaan yang mendalam bagi para petani. Ketika team media RJN bertanya kepada pemerhati lingkungan Toba sekaligus Ketum Forpemas Habornas, Parasman Pasaribu mengatakan bahwa banyaknya Tanaman Tanaman hortikultura seperti jagung, padi darat, cabai, tomat, dan lainnya mengalami kekeringan parah. Banyak yang gagal panen. Di kawasan pertanian Habornas dan lainnya para petani sudah menjerit karena kehilangan harapan dan terancam gagal panen .

Tak hanya itu, kekeringan yang berkepanjangan juga memicu kebakaran hutan yang meluas, terutama di kawasan sekitar Danau Toba. Asap mulai mencemari udara dan ancaman terhadap ekosistem pun semakin nyata.

Di tengah krisis ini, muncul pertanyaan besar dari masyarakat: Mengapa teknologi modifikasi cuaca belum diterapkan? Padahal Indonesia memiliki pengalaman dan sumber daya untuk mendatangkan hujan buatan, salah satunya melalui teknologi hujan buatan yang bisa dilakukan oleh PT Inalum atau Perum Jasa Tirta yang memang pernah melakukannya di kawasan Danau Toba.

Apakah karena permukaan air Danau Toba saat ini masih dinilai cukup tinggi, sehingga dianggap belum darurat?

Parasman Pasaribu (Ketum Forpemas Habornas) berharap pemerintah segera mengajak PT Inalum dan Jasa Tirta untuk melakukan modifikasi cuaca guna mendatangkan hujan dan mengatasi kekeringan serta kebakaran hutan yang makin meluas.

Modifikasi cuaca bukan lagi hal baru. Teknologi ini sudah terbukti mampu mendatangkan hujan secara terukur dan telah digunakan di berbagai wilayah Indonesia untuk mencegah bencana kekeringan dan asap akibat kebakaran hutan, ucapnya .

“Jika semua pihak duduk bersama, solusi bisa ditemukan. Jangan tunggu kerusakan makin parah,” ujar salah satu tokoh petani di Toba.

Pemkab Toba dan Pemerintah Provinsi diharapkan segera bertindak sebelum bencana ini berkembang menjadi krisis ekologis dan sosial yang lebih besar.

B.M. Hasibuan


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *